
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla didaulat menjadi duta besar Pulau Komodo. Perannya, memperjuangkan kepualauan cantik di Timur Indonesia itu menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru.
Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini tidak ingin nasib Pulau Komodo seperti Candi Borobudur, yang tiga tahun yang lalu kalah voting. Dengan kekuatan penduduk yang cukup besar, ia yakin Pulau Komodo bisa menang. Cukup 1/3 dari jumlah penduduk yang rela mengikuti voting, kemenangan akan diraih.
Pasca terpilih menjadi duta Besar Pulau Komodo, Jusuf Kalla mengunjungi habitat asli Komodo (Varanus komodoensis).
Kalla mengatakan, jika Pulau Komodo menjadi tujuh keajaiban alam baru dunia, efeknya bakal luar biasa. "Kalau ini berhasil, Flores akan menjadi Bali ke dua," kata dia di sela kunjungannya ke Pulau Komodo, Selasa 4 Oktober 2011.
Sempat bertengger diposisi ke-4, Pulau Komodo kini berada jauh merosot di posisi ke-12. Bagaimana nasib Pulau Komodo? Apakah Pulau Komodo akan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia? Semua tergantung dukungan. Utamanya dukungan dari masyarakat Indonesia sendiri. Sementara waktu pengumpulan suara makin mepet, hingga 11 November 2011
JK mengajak rakyat Indonesia untuk mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia dalam kontes itu.
"Asal usul jutaan tahun ada di sini. Menangkan Komodo, menangkan Indonesia," kata Kalla saat melakukan kunjungan ke Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Namun, Kalla menyayangkan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah untuk ajang tersebut. Apalagi, alasannya tidak memiliki biaya.
Menurut dia, harusnya pemerintah mencari solusi cerdas agar tetap bisa menjadi tuan rumah ajang dunia itu. "Mestinya swasta saja, ini kan bisnis. Ini seperti Indonesian Idol. Sebenarnya bisa kita mencari swasta," kata dia.
Di setiap tempat dan momen, JK -- panggilan akrabnya -- selalu memanfaatkan untuk mengajak masyarakat agar Komodo menjadi The New Seven Wonders.
Seperti penggalangan massal yang dilakukan oleh JK, saat berada di Sulawesi Selatan, Jumat, 7 Oktober 2011.
Saat itu, Kalla berpidato di hadapan Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi negeri se-Indonesia di Baruga Prof. Ahmad Amiruddin, Kampus Tamalanrea, Univesitas Hasanuddin. JK yang sudah menutup pidatonya dan telah berjalan menuju tempat duduknya, sontak berbalik dan kembali naik ke podium.
“Ada ingin saya sampaikan. Saya ingin mengajak untuk mendukung Komodo agar terpilih sebagai tujuh keajaiban dunia. Mari keluarkan HP dan mengirim SMS, ketik 'KOMODO' dan kirim ke 9818,” kata JK dihadapan ratusan dekan Fakultas Ekonomi se-Indonesia, Jumat 7 Oktober 2011. Tarif yang dikenakan per SMS Rp.1.
Ajakan JK ternyata tidak sia-sia, sebab para dekan itu spontan mengeluarkan HP dan langsung memberi dukungan bagi Komodo lewat SMS.
Hal serupa dilakukan JK pada ribuan jamaah Al-Markaz Al-Islam, usai Salat Jumat. JK langsung naik ke mimbar dan menyampaikan ajakan untuk menyukseskan Komodo masuk sebagai The New Seven Wonders.
Menurut JK, mengirimkan satu SMS sebagai dukungan terhadap Komodo akan membantu perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sebab masyarakat di sana akan merasakan langsung manfaat dari peningkatan kunjungan wisatawan, jika Komodo berhasil masuk sebagai The Seven Wonders of Nature.
“Secara langsung devisa akan masuk ke NTT dan akan dirasakan langsung oleh masyarakat disana,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, JK hingga kini mengaku masih optimistis, Komodo akan menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Asal, mendapat dukungan penuh masyarakat Indonesia.
(Sumber :Vivanews)